Friday, January 25, 2008

Chapter 6 : Ring… Ring…

Aku, tanpa rasa kantuk sedikit pun, bangun di pagi hari terlalu pagi. Saat kulirik jam yang terpajang di dinding kamarku yang berwarana putih, jam menunjukkan pukul setengah empat pagi. Tidurku tak enak, tak nyaman , dan tak tenang. Mungkin ini karena aku terlalu memikirkan apa yang terjadi antara Dian, Bagas, dan pak Bambang. Aku mulai khawatir saat Dian bilang dia mulai dibuntuti orang-orang aneh sejak memuat berita mengenai kasus korupsi ayah Bella. Memang dapat di bialng Dian yang mencari masalah dengan pak Bambang, dia terlalu berani untuk mengusiknya. Di atas segalanya, pak Bambang adalah orang yang dapt melakukan apa pun yang dia inginkan, semua yang dia lakukan berada di jalur aman. Untuk menyingkirkan Dian bisa dengan mudah dia lakukan, bahkan membuat ‘hancur’ koran yang menampung Dian saat ini.

Aku bangkit dari tempat tidurku dan berjalan keluar kamar menuju dapur. Rasa haus melanda, mungki deidrasi yang dikarenakan aku terlalu memikirkan hal ini. Ketika sampai di ruang tengah, tiba-tiba telpon rumah berdering. Aku membiarkan saja telpon itu bordering begitu saja tanpa ada keinginan dariku untuk mengangkatnya sampai akhirnya aku menjadi stress sendiri dan terpaksa mengangkatnya.

“Halo,” kataku dengan nada tidak ramah. Aku jengkel bila ada yang menelpon ke telpon rumah pagi buta seperti ini, membuat berisik.

“Halo, ini Dian?” Tanya sebuah suara perempuan bersuara serak di seberang sana.

“Bukan,Dian sedang tidur,” aku menjawab asal saja. Padahal aku sendiri tidak tahu apakah Dian sedang tidur atau tidak.

“Oh, er…. Ini Elsie, ya?” tanyanya lagi.

“He eh.”

“Elsie, ini tante Gina. Om Yuda masuk rumah sakit. Dia stroke mendadak. Kalian berdua tolonga datang ke sini , RS Putra Bangsa. Tolong tante, ya. Sekarang.”

Aku berusaha mengungat-ingat siapa tante Gina. Kalau aku tidak salah ingat, dia sepupu ayahku yang kaya raya itu. Seberapa penting sih kami sampai dia meminta kami datang sekarang.

“Elsie, sudah dulu , ya. Tante mau menghubungi keluarga yang lain lagi.” Setelah berkata begitu dia langsung menutup telpon.

*****

0 Komentar:

Post a Comment

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang