Thursday, March 12, 2009

The Wednesday Letters

sudah baca buku yang satu ini??
silahkan dulu anda liat berbagai bentuk cover yang berbeda-beda dari buku ini









ini bentuk cover dari buku ini yang saya baca di rumah.



"Apa kau rindu padanya?" tanya Malcolm.
"Kau tahu 'kan rasa gatal yang ditimbulkan tanaman poison ivy jika kau kebetulan terkena racunnya di antara jari tanganmu? semakin digaruk, gatalnya semakin jadi. Tapi, jika kau berhenti menggaruk, maka rasa gatal itu akan hilanh perlahan-lahan. setelah beberapa lama, kauingat rasa gatal itu, tapi tetap saja kau merasa baikan."
"Aku tidak mengerti."
"Oh, diamlah. Aku tahu kau mengerti maksudku. Intinya setelah enam tahun. . . rasanya seperti tiga minggu. Luka yang diakibatkan oleh racun itu sudah hilang."
"Jadi kau benar-benar merindukannya?"

bagian di atas itulah yang menjadi favorit saya. Ada makna tersirat di sana. perumpaan itu penuh dengan arti, dan memang benar adanya...

saya sangat berterima kasih sekali kepada temanku yang mau meminjamkan buku ini pada saya. Waktu itu saya minta sama dia, 'ada novel yang bagus nggak? pinjam dong'. akhirnya dikasih buku ini sama dia. dan sampai sekarang buku ini belum saya kembalikan, mungkin sudah dua minggu lebih buku ini saya pinjam. Dan saya belum menyelesaikan membaca buku ini sampai akhir, walaupun saya sudah tau akhir cerita dari buku ini apa, tapi tetap saja belum selesai kalau belum membaca buku ini sampai halaman terakhir dan sebuah surat yanga ada di sampul belakang buku ini.

Buku ini ditulis oleh Jason F. Wright, seorang pria berkebangsaan Amerika. Buku ini terbit di Amerika tahun 2007 dan di cetak pertama kali di Indonesia tahun 2008 oleh Gagasmedia. Buku secara keeluruhan menggambarkan bagaimana tiga orang bersaudara mengadapi kenyataan baru dalam keluarga dan kehidupan mereka masing-masing setelah menemukan berkardus-kardus surat-surat cinta dari ayah mereka (Jack Cooper) yang ditujukan pada ibu mereka (Laurel Cooper) semasa hidupnya. ketiga anak mereka yang semula terpisah keberadaannya kembali berkumpul di rumah tempat kedua orang tua mereka itu tinggal yang juga sekaligus dijadikan sebagai tempat pebginapan bernama Domus Jefferson -Rumah Jefferson-.

berikut sinopsisnya secara ringkas (kalau sinopsi secara saya sudah pasti bakal panjang, ntar kasihan yang baca jadi ngantuk.)

Mereka meninggal dalam keadaan pelukan sau sama lain. Namun, rahasia mereka -dalam bentuk tumpukan surat- tidak pergi begitu saja bersama nyawa mereka. Cinta sejati tidak memiliki rahasia.
Jack dan Laurel telah menikah selama 39 tahun. Mereka memiliki kehidupan yang tentram dan sebuah pernikahan yang tampak sempurna. Sambil memeluk tubuh istrinya, dan sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, Jack menulis Surat Hari Rabu untuk terakhir kali.
Ketika Anak-anak mereka yang sudah dewasa berkumpul untuk menyelenggarakan acara pemakaman, mereka menemukan kardus-kardus berisi surat cinta yang ditulis oleh ayah mereka setiap minggu di hari rabu. Membaca setiap pucuk surat yang tersimpan di sana, mereka menemukan suatu rahasia masa lalu yang mengguncang kehidupan mereka.
Terlebih lagi, kini setiap anak harus menghadapi lembaran hidup baru tanpa kehadiran orang tua mereka. Matthew yang sedang bergulat dengan pernikahannya sendiri; Samantha yang berjuang sebagai orang tua tunggal; dan Malcolm yang selalu merasa sebagai "kambing hitam" dalam keluarga, yang kembali di tengah saudara-saudara kandungnya setelah menghilang secara misterius selama dua tahun (gara-gara love of my life -nya , si Rain).

Satu dari buku ini yang menohok saya, kalimat ini : 'Kita akan selalu bersama. Tanpa rahasia. Tanpa kejutan.' Belum lagi kisah cinta Malcolm dan Rain yang menurut saya lebih bisa diringkas dalam satu kalimat : love of my life.

keterbukaan itu memang jauh lebih baik daripada sebuah rahasia. tapai seberapa bagus kah suatu keterbukaan kalau rahasia itu justru jauh lebih aman dan membawa kedamaian???

well.
Buku ini lumayan bagus dan unik, jadi silahkan beli atau pinjam sama teman anda. tapi saya nggak sampai nangis pas ngebaca buku ini. Balada Sungai Musi karya Marga T. justru jauh lebih mengharukan daripada yang satu ini.

ada yang bersedia minjemin saya buku yang bagus lainnya?? silahkan... dengan senang hati saya terima...

3 Komentar:

  1. gitu bacaan lo ta...gw gk sanggup baca gituan, drama gitu pula..
    haduuuuw..
    mending nntn film aj, PS: i love you atau Secret [Jay Chou] atau apalgi ya...lupa tar de gw cek dvd2 gw..

    ReplyDelete
  2. Hae hae hae... came on, santai aja lagi Non, don't call me 'anda' panggil nama aku aja, Rio, Okey.,.

    Salam kenal dr aku.

    Hmmm...makin di garuk makin gatal, kalo brenti garuk, gatalnya makin ilang, maksudnya gimana ya??

    ReplyDelete
  3. jadi penasaran ma bukunya..... ^_^

    ReplyDelete

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang