Tuesday, April 22, 2008

Chapter 12 : In d Morning

Aku berjalan cepat dari lapangan parkir motor menuju gedung kampus tanpa mempedulikan siapapun yang aku temui sepanjang perjalanan. Badanku terasa dingin, baju kemeja dan celana jinsku basah karena separuh perjalanan dari rumah Intan ke kampus tadi hujan rintik-rintik turun dan membasahi diriku yang tak berbekal jas hujan ataupun jaket. Di lobi kampus, aku celinguk ke sana-ke mari mencari kalau ada satu atau dua orang temanku, namun saat itu lobi sepi sekali dan hanya ada beberapa adik angkatan yang duduk-duduk di kursi lobi.

Ruangan tempat aku kuliah kali ini ada di lantai dua paling ujung sebelah timur gedung kampus. Aku tahu aku terlambat dan karenanya aku terpaksa manaiki tangga dengan sedikit berlari. Bersusah payah aku mengatur nafas dan tenagaku agar dapat ku manfaatkan seefisian mungkin supaya masih dapat terjaga sampai di ruangan nanti. Koridor di sekitar ruangan dengan sedikit berlari. Sesampainya di depan pintu, kutarik nafas panjang yang dalam. Di hadapanku sekarang berdiri sebuah pintu kokoh dari kayu yang sangat tebal dan kuat berwarna coklat. Pintu itu sedikit terbuka, celahnya sekitar dua centimeter. Seperti akan meledak saja, aku mendorong pintu itu dengan ujung kakiku sampai terbuka cukup lebar. Dapat kulihat dari luar semua orang di ruangan iu sedang duduk dengan tenang denagn kepala menunduk.

Aku lalu masuk dengan pelan ke dalam ruangan dan duduk di kursi paling belakang yang masih tersedia. Dosen mata kuliah Kepemimpinanku memang tidak marah pada mahasiswa yang terlambat, hanya saja dia selalu berkata, ”tanggung sendiri akibat keterlambatan kalian kalian.” Semua yang ada di ruanganitu tenang. Ku lirik seorang teman pria yang duduk di sebelahku, Cupluk panggilannya. Tangan kirinya menggenggam selembar kertas bertuliskan dua puluh soal. Oh tidak…. Aku lupa pagi ini ada quiz.

*****

0 Komentar:

Post a Comment

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang