Untuk Abah, The Gentleman

Dear Abah,
Pagi ini ulun cuma bisa masak telor dadar. Makasih karena sudah mau makan dengan lahap walau hanya dengan lauk sedikit ini. Makasih karena gak pernah protes dengan masakan ulun sehancur apapun itu. Ulun memang belum sehebat mama dalam dunia masak-memasak. Belum bisa memasak masakan kesukaan abah setiap hari. Tapi walau begitu abah mana pernah protes. Huhuhuu sebagai anak ulun merasa sangat bersyukur. Selama ini abah gak pernah terlalu sering meminta masakan apa yang ingin dimakan, semuanya selalu terserah kami, para wanita.
Bah, ulun bersyukur atas rahmat Allah Yang Maha Adil. Selama mama sakit, Alhamdulillah kesehatan abah selalu terjaga. Abah yang gak pernah sama sekali bersentuhan dengan dunia rokok benar-benar membuktikan sehatnya hidup di hari tua. Biarlah rambut putih abah itu menjadi ciri khas abah, walau abah sering protes karena di umur sekian seharusnya rambut abah belum seputih itu.
Bah, sehat-sehatlah selalu. Agar bisa menemani mama menjalani hari tua hingga menjadi kakek dan nenek nanti. Abah harus panjang umur hingga bisa melihat ulun sukses dengan usaha ulun. Ulun pengen semua pengorbanan abah membesarkan ulun selama ini terbayar.
Bah, ulun bersyukur lahir sebagai anak abah. Selama ini abah sudah menunjukkan bagaimana cinta sejati itu memang benar-benar eksis. Mungkin tak se-fairy tale dongeng-dongeng, apalagi semulus jalan tol. Bahwa cinta sejati bukan sesuatu yang tanpa gejolak, tapi sesuatu tau bagaimana cara meredamnya. Bukan sesuatu yang selalu berjalan memenuhi keinginan, tapi sesuatu yang mau menerima. Bahwa cinta bukan sekedar sekedar kesempurnaan fisik. Semoga ulun nanti bisa mendapatkan pria se-gantleman abah yaaa... Aaaamiin. Hihihiiiii



*Ulun = Saya 

1 Komentar:

Pages

About

<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>

Blogger templates

Follow Me On Instagram

Popular Posts