Friday, April 26, 2013

Kita Di Mata Mereka

I Love this Ad......

Jujur, saya mewek liat iklan ini. Kenapa? Karena apa yang mereka bicarakan di iklan ini real, pernah juga saya alami. 
Sebelumnya saya udah pernah nge-post sebuah sketch wajah saya yang dikerjakan oleh kenalan di tumblr, Beth. Beberapa bulan yang lalu, saat baru punya akun tumblr, saya iseng ngefollow si Beth ini. Biasa lah, bok, namanya juga newbie, jadi follow sana-sini. Suatu ketika Beth menawarkan buat ngebikin sketch bagi siapa aja, dengan syarat harus follow dia dan submit foto yang pengen dibikin sketch. Atuh lah, saya kirim aja foto saya. Hmmm, gak foto yang bagus sih. Secara saya nya juga bukan wajah camera-able, fotogenic, dan gak narsis juga. Mau tau foto yang saya kirim yang mana? Yang ini nih....


Foto ini diambil di hari pernikahan salah satu teman baik saya, Yulia. Di dalam mobil salah satu teman terbaik  sedunia yang pernah saya kenal, Imah. Kondisi saya di hari itu? Jangan ditanya. Pasca patah hati total, bergadang sampe berkantung mata seperti itu. Make up pun seadanya dengan wajah yang penuh noda-noda bekas jerawat. Semangat? Hmmmm, sebenarnya bukan Imah yang pengen saya ajak hari itu, tapi orang lain. Yeah, itu adalah salah satu hari dimana saya merasa down, lazy, messy. 

But, jujur, saya sangat terkejut ketika melihat hasil sketch foto ini di tumblr Beth. Semacam, Oh my God, itu benar lukisan wajah saya? 


:') Yang dilukis ini 180 derajat berbeda dengan diri saya. Gak tau, mungkin sama aja. Entah kenapa melihat lukisan ini saya tergambar seperti orang yang berbahagia. 
Itulah kita sebenarnya. Beth sama sekali tidak mengenal saya. Kami sama sekali tidak pernah berkomunikasi. Beth, dia yang tidak mengenal saya melihat saya dengan sudut pandang yang berbeda. Saya lebih pede memasang sketch ini ketimbang foto yang asli karena saya merasa saya jauh lebih cantik di sini. 

Sama seperti iklan tersebut. Mungkin selama ini memang diri kita, yang terjebak, memandang diri sendiri dari segi minus nya saja. Kita selalu berpikir tentang kekurangan kita dan kemudian memperbaiki kekurangan tersebut. Make-up, cara berpakaian, cara tersenyum. Semua nya dibuat-buat agar membuat kita 'merasa' lebih baik. Apakah orang memandang kita dari apa yang kita kenakan. Tergantung. Keluarga, kekasih, sahabat, mereka tak pernah peduli dengan apa yang kita kenakan. Bagi mereka, kita berharga, dinilai dari keberadaan kita bersama mereka. Siapa yang bisa menerima kita kala kita tak mengenakan make up ataupun baju yang bagus? Siapa yang bisa menerima kita disaat kita belum mandi? Berapa banyak waktu yang kita buang di depan cermin, uang yang kita habiskan untuk beli pakaian, dibandingkan dengan waktu dan 'uang' untuk mencintai orang yang menyayangi kita?

So, kecantikan sejati itu abadi, berasal dari dalam hati. Mereka yang benar-benar mencintai kita setulus hati  adalah orang yang mencintai pribadi kita dan akan selalu menerima kita apa adanya. Jangan buang-buang waktu berharga hanya untuk memperbaiki diri agar nampak sempurna. Di mata orang yang mencintai kita, mereka tidak menuntut kita untuk menjadi sempurna.

Give your lover an endless love :)



0 Komentar:

Post a Comment

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang