Tuesday, January 1, 2013

#Magical2013 #Day1

Welkom 2013, happy new year!!!!!
Magical Project datang lagi… Mungkin ini akan jadi awal yang indah untuk memulai tahun 2013. Ya, efek positif untuk project Ramadhan kemarin emang terasa banget, dan masih terasa sampai sekarang. Baiklah, aku akan bikin suatu pengakuan; aku merasa kotor. Hahahahahaa *kemudian efek keluar tanduk dari kepala*  Hal positif yang saya dapatkan dari project MR kemarin adalah belajar mensyukuri hal sekecil apapun, sehingga emosi bisa terkesampingkan. Dan lemahnya saya, berakhir MR maka berakhir pula ‘perenungan’ itu. Sebenarnya gak separah semburan lumpur lapindo yang tak henti-henti itu ya, cukup seganas Hitler aja kadang-kadang. Lah???
Emosi. Mengontrolnya tak pernah segampang membalikkan telapak tangan, terutama ketika PMS melanda. Alasan klise, tapi mendadak emosi kala itu sudah cukup menciptakan tagline You’re PMS like a bitch.
Udahlah ngomongin emosinya, toh emosi ini juga gak bakal redam kalo malah diomongin. Maka lebih baik kita kembali ke laptop membahas tugas pertama di #MagicalJanuari ini.
Tugasnya adalah menampilkan foto kejadian/benda yang dari situ bisa kita ambil hikmahnya. Btw, saya suka ide baru project kali ini, membuatnya tampak lebih visual dan menimbulkan kenangan tersendiri.
Pada kesempatan kali ini, saya memilih suatu foto-foto ketika bersama teman-teman luar biasa yang pernah saya jumpai.
friends
Foto ini diambil sepanjang tahun 2012. Teman baik saya selain mereka masih ada beberapa. Berhubung pembahasan kali ini adalah seputar tahun 2012, maka saya membatasi foto-foto yang hanya dengan mereka saja.
Tahun 2012 kemaren awalnya kalem2 saja, hingga suatu ketika bermunculan kejadian-kejadian yang bikin saya benci ke ubun2. Penolakan, kegagalan, penuntutan. Dari masa-masa sulit di tahun 2012, hikmah yang bisa saya ambil adalah temanmu akan selalu menjadi temanmu. Tempat lo bisa berbagi tanpa merasa tertolak, tempat lo bisa numpang singgah kalo lagi tersesat disaat kalap, tempat yang lo bisa bengong tanpa merasa canggung. Bagi saya mereka itu mempunyai gravitasi tersendiri. Rasanya menyenangkan ketika sudah lama tidak bertemu, kemudian kita bertemu dan saling bercanda dengan kecamnya. hahahhaa…
Saya mencintai mereka, walau rasa ini tak pernah saya ungkapkan kepada mereka. Jujur, saya lebih memilih untuk mengungkapkan cinta ini dengan menjadi teman permanen. Saya ingin berteman selamanya dengan kalian dalam kondisi apapun. Kita akan berteman baik, kini dan nanti, dari kita masih muda hingga tua nanti.
Hari ini, di hari pertama tahun baru, kami dirumah kedatangan tamu, seorang teman Ibu kala masih SMA. Tante yang satu ini sebenarnya sudah pernah ke rumah, kapan terakhir kali saya lupa, mungkin sekitaran saya masih SMP. Dan pertemanan seperti inilah yang ingin saya rasakan jika sudah tua kelak. Saling mengunjungi satu sama lain, bisa jadi ada anak-anak kita nanti yang akan melanjutkan pertemanan kita.
Terima kasih karena selalu menjadi rumah dengan pintu yang tak pernah tertutup bagi saya. Terima kasih karena sudah menerima saya apa adanya, Metha yang keras kepala, random, skeptis, apalah… you name it =)) bahkan kalian tetap nerima gue yang jerawatan ini, gak kaya para cowok yang ilfil liat cewek jerawatan. Terima kasih karena masih memberiku ruang di ruang persahabatan kita. Ada kalanya aku hanya membutuhkan ruang untuk sendiri melewati hal-hal yang aku rasa lebih baik aku atasi sendiri. Masih ada beberapa hal yang akan lebih nyaman jika diatasi sendiri ketimbang dibagi bersama, dan terima kasih karena kalian gak pernah menuntut atau memberondong kalo ‘kepengen sendiri’ gue kumat. Kalo misalnya kalian malah datang datang (menurut gue) sok care, jatuhnya malah gue yang awkward dan men-diam seribu bahasa-kan kalian. Diantara kita gak usah lah ya ada drama persahabatan yang kayak gitu (request) cukuplah berjalan apa adanya dan bersahabatlah dengan gaya yang sesuai umur. Yakali kalo sebagai teman baik terus lo nuntut satu sama lain harus ada dan nyeritain segala hal tanpa filter, itu so abege sekalee. Marilah kita ingat umur dan toleransi satu sama lain aja. Ya hitung-hitung mulai mempersiapkan diri menjelang saat dimana kita suatu hari nanti akan hidup berkeluarga dan akan banyak menghabiskan waktu bareng keluarga dan punya kehidupan masing-masing. Akan datang saat dimana kita tidak bertemu dalam hitungan bulanan bahkan tahunan.
Terima kasih Tuhan, Engkau kumpulkan aku dengan mereka. Dari mereka saya banyak belajar. Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

0 Komentar:

Post a Comment

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang