Thursday, October 11, 2012

Review : Looper

Yeay, 2012 is Joseph Gordon Levitt’s year!!! Setelah film The Dark Night Rises dan Premium Rush, kini si cakep Gordon Levitt kembali menghentak cinema di film Looper (dengar2 doski juga bakal ada di film Lincoln). Oke, kali ini saya cuma bakal ngereview film ini dari sudut pandang pribadi saja Ya.

Pas pertama kali ngeliat poster Looper di XXI satu-satunya yang menarik dari poster ini adalah foto si abang Joseph Gordon Levitt. Looper_poster Selebihnya saya mempertanyakan kehadiran Bruce willis di dalam lubang besar badan Gordon Levitt. Oke, saya emang nonton film ini tanpa membaca resensinya terlebih dahulu, jadi sama sekali buta dengan jalan cerita bahkan gak bisa mengartikan arti gambar poster ini ketika pertama kali melihat. Ternyata artinya itu 11-12 kalau dicari padanan sama lagu Noah ~ Separuh Aku.

Looper sendiri ternyata berkisah tentang *kira-kira* keadaan Amerika di tahun 2044, dimana kira-kira keadaaan sudah sangat berbeda dari sekarang. Bok, 2044 umur akik udah 55 tahun, kira-kira masih hidup gak ya? Terus gue mesti koprol sambil bilang wow gitu ngebayangin keadaan amerika aja yang kaya gitu tahun 2044, apalagi Indonesia? Kayaknya China lebih mendingan deh di Film ini pada tahun segitu. Miapaaaah mereka menggambarkan kalo China menajdi negara adidaya tahun segitu???

Intro film ini dibuka dengan perkenalan si Joe (Joseph Gordon Levitt) tentang dirinya sendiri dan pekerjaannya sebagai  Looper. Looper bertugas untuk membunuh para penjahat dari masa depan yang dikirim ke masa sekarang. Uniknya setiap Looper yang dikirim di punggungnya diselipkan batangan perak bahkan emas. Sayangnya sampai film ini selesai belum menemukan perbedaan antara perak itu untuk siapa, emas itu untuk siapa. Dan di film ini Joe menunjukkan mengapa dia sangat dicintai oleh kaum hawa. Dengan sedikit licik dia mengambil separuh batangan perak di ruang tersembunyi di rumahnya. Howaaa abang Joe, kita kaya abang Joe, kamu memang cerdas memikirkan masa depan kita \o/ hahahaaa…

Kemudian cerita mulai dibuat tegang saat Seth (Paul Dano), teman baik Joe, gagal menjalankan tugasnya sebagai Looper. Dia seharusnya membunuh seorang pria, namun dia urung melakukannya karena merasa tak asing dengan sosok pria itu. Alhasil pria tersebut dapat kabur, dan sebelum melarikan diri dia menceritakan bahwa di masa depan akan muncul sosok penjahat sejahat-jahat-nya bernama RAINMAKER. Ini buat orang-orang garis tertentu bakal disebut dajjal kali ya, hehehee.. Karena perbuatan Seth ini lah Joe harus menyembunyikan Seth diam-diam di lubang harta karunnya. Tapi jangan pernah mencoba kabur dari ibu mu, nak, dia selalu bisa menemukanmu. Ya, Abe (Jeff Daniels) boss para Looper mengerahkan seluruh anak buahnya mencari Seth, dan dengan enteng aja mereka menyantrongi rumah Joe. *begini ya sodara-sodara, menurut saya kalau kamu mau kabur, mending jangan kabur ke rumah sahabat kamu deh, gampang banget nanti ketemunya. Ya kecuali kamu sahabatan sama orang secara diam-diam*. Sementara anak buah Abe menggeledah rumah Joe, Joe dibawa menghadap Abe. Di kantor Abe, Joe dicecer pertanyaan-pertanyaan yang rese banget dah. Dan di sini ada tindakan pencucian otak deh. Saat ditanya Joe mau kemana jika ingin kabur, Joe menjawab ingin ke prancis (sampai bela-belain belajar bahasa prancis) tapi si Abe malah nyolot nyuruh si Joe ke China, dengan alasan dia dari masa depan jadi tau negara mana yang sebaiknya dituju oleh Joe. Padahal emang si Abe ingin menyesuaikan pikiran Joe supaya pas dengan keadaan di masa depan. Kan logikanya kalo si Abe dari masa depan, dia sudah punya gambaran Joe bakal kayak apa. Bayangin aja kalo Joe malah milih Indonesia. Yakali gitu, IMO aja sih.

Kemudian kita kembali ke kisah pelarian Seth. Karena si Abe ngungkit-ngungkit perak curian Joe dan ngasih beberapa pertimbangan, Joe akhirnya memberitahukan letak persembunyian Seth. Ketika pulang ke rumah, Joe mendapati tempat harta karunnya tak hilang sebatang perak pun, namun minus keberadaan Seth di sana. But, tangan Joe menyentuh darah yang ada di salah satu batangan perak. jeng-jeeeeng, bisalah sodara-sodara sekalian mengira apa yang terjadi. Kemudian adegan berpindah ke penjahat yang gagal dibunuh oleh Seth. Si penjahat ini mencoba kabur ke sana-ke mari *seriously sir, coba temenin ayu ting-ting deh*. Tapi tiba-tiba di tangannya ada bekas luka yang menunjukkan ke suatu tempat, dan dia harus menuju tempat tersebut dalam waktu yang dtentukan. Ketika sampai di tempat tersebut, pria ini sudah kehilangan tangan, kaki, muka rusak, dan di DOR sama anak buah Abe yang sotoy itu. Ternyata, pria malang ini adalah Seth di masa depan. Dan oleh anak buah Abe, Seth di masa kini ditangkap untuk menganiyaya secara fisik ‘jembatan’ antara seth muda dan Seth tua. Jadi kalo ngelukain Seth muda, maka Seth tua juga akan ikut terluka.

Besoknya, Joe menerima tugas untuk membunuh seorang dari masa depan. Anehnya pria ini datang terlambat dari waktu yang dijanjikan. Ketika pria ini sampai, BANG, dia mendarat tanpa penutup kepala. Sempat terjadi tatap-tataan antara Joe dan pria ini. Karena kurang refleks, pria ini berhasil menghindar dari Joe dan balik mengahajar Joe. Sampai di sini cerita mulai bercabang. Pria tersebut ternyata adalah sosok Joe dari masa depan (Bruce Willis). Cerita pun dibagi menjadi versi si Joe tua dan Joe muda. Butuh waktu bagi Joe tua menjelaskan pada Joe muda tentang masa depan dan apa yang harus dilakukan. Singkat cerita ketika mereka sama-sama lari dari Abe, Joe tua meminta Joe muda untuk datang ke suatu tempat yang dia tunjukkan di peta. (gue bingung sama peta di masa depan, gak ada gambar jalannya!)

Setelah bersusah payah kabur dari kejaran anak buah Abe, Joe berhasil sampai di rumah yang ditunjukkan oleh Joe tua. Rumah itu ternyata dihuni oleh seorang wanita muda dan anaknya. Kehadiran Joe dianggap sebagai berandalan yang ingin mengganggu mereka. Sara (Emily Blunt) merasa ada yang tidak beres dengan sosok Joe. Anw, di masa depan, orang madat itu gak lagi dari hidung, tapi dari obat mata, kayak si Joe. Setelah Joe menceritakan meksud kedatangannya ke sana dan apa yang terjadi padanya, Sara shock, ternyata anaknya menjadi sasaran mereka.

Seiring dengan berjalannya cerita, akhirnya terungkap bahwa Sara mempunyai kemampuan telekinesis yang ternyata menurun ke anaknya dengan porsi yang besar. Kemampuan Cid, anak Sara, ternyata akan membahayakan di masa depan. Ternyata dia adalah sosok Rainmaker. Dan Joe pun mengalami kebimbangan dalam menghadapi Cid, memutuskan untuk menghabisi Cid atau malah melindungi anak kecil yang tak berdosa?

Soal akting, they did well. Joseph Gordon Levitt bisa bertansformasi dari sosok cowok cute di 500 days of summer menjadi lelaki pembunuh cool tapi tetap ehem-ehem. Tapi yang bikin saya takjub justru akting dari Cid, si Rainmaker kecil. Dia memainkan peran sebagai anak laki-laki cute idaman setiap ibu, namun berhasil membuat saya ketakuan ketika melihat dia berakting menjadi sosok ‘setan kecil’. Dari bagaimana dia berteriak, marah, dan menjadi sedikit psyco.

Dari segi tampilan gambar, monokrom. Tak banyak warna-warni yang ditampilkan. Ya iyalah, ini bukan film cinta yang indah dengan warna-warni. Setting tempat ini tak jauh dari tempat-tempat gelap, gudang, ladang, yang pasti bukan tempat-tempat indah macam pantai atau taman bunga. Satu-satunya temapt yang nampak indah dan enak dilihat itu rumahnya Joe tua di China.

Anw, ada sih satu adegan yang saya bingung. Ngapain Sara nyincang-nyincang batangan pohon pake kapak ya? Tak diceritakan itu buat apaan. Pohon sudah ditebang ya ngapain digituin lagi? Sepertinya cuma jadi adegan biar bisa menggambarkan pelampiasan kemarahan Sara. Andai dari hasil ngapak-ngapak itu terus jadi kayu bakar ya gue mahfum.

Dan FYI ya, berdasarkan film ini, mobil-mobil di masa depan itu pada rongsokan deh, gak ada cerita mobil yang bisa terbang. Berbeda sama perkembangan motor yang udah bisa jalan tanpa menggunakan ban sodara-sodara, tapi terbang melayang.

Oh iya, untuk yang bisa bahasa Prancis, coba dengar di salah satu scene si Joe tua bilang apa? dia nyebut ‘Oui’ atau ‘Et toi’ sih? kok teks yang muncul malah ‘dan kamu’? ya kalo di paham-pahamin emang sama aja sih, karena maksudnya emang mempertanyakan.

Well, secara keseluruhan film ini gak bikin nyesal yang udah nonton, alur ceritanya gak ketebak. Pelajaran yang bisa diambilpun banyak. Bagaimana Joe tua bela-belain pengen bunuh Rainmaker kecil demi bisa menyelamatkan istrinya di masa depan, Sara yang rela berkorban demi menyelamatkan Cid, nilai persahabatan antara Joe dan Seth yang kayaknya kembali ke kodrat manusia yang butuh uang heeek, bagaimana Joe berani mengambil keputusan untuk memutuskan circle Looper.

Sedikit pesan untuk anda, jangan bawa anak kecil nonton film ini. Terlalu brutal saya rasa.

 

Dan terima kasih buat imah yang udah jadi teman nonton dadakan kemaren. Emang jalan-jalan paling asik itu adalah jalan-jalan yang tak direncanakan. ASiknya kemaren kok bisa ya kit apake baju from top to toe warnanya senada pink-coklat. hahahaa udah takdir Open-mouthed smile

2 Komentar:

  1. Dan aku penasaran abis sama alis nya si levitt d film ini, kok kayanya ditebalin pake pensil alis gitu yaaa.. Hahhahaaaa..

    ReplyDelete
  2. ya kali biar karakternya dapat,biar keliatan lebih sangar mungkin. Tapi jadi kaya aneh lah, patuh meliat levitt ala2 Tom Hansen. Kalo kita merasa tampangnya aneh, berarti sukses dong transformasinya. Aaaakhh.. tapi kerutan di jidatnya membuatnya nampak lebih tua 10 tahun yah :(

    ReplyDelete

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang