Sunday, July 22, 2012

#MagicalRamadan #Day2 Remember the Time

Sore ini, sampai juga saya pada point hari kedua. Ketika membaca tugas yang tertera di tweet Connie, saya cukup lama untuk memikirkannya. Saya diminta untuk mengingat satu saja dari sekian banyak peristiwa yang membuat saya merasa bahagia, senang & fulfilled. Yang mengenangnya saja sudah membuat bibir dan hati tersenyum lebar. Hmmm, ketika membaca tugas ini pikiran saya seperti stuck dan tak menemukan ide apapun. Selama beberapa menit saya berpikir apa selama ini hidup saya tidak bahagia? Tapi setelah memikirkannya sekali lagi, hidup saya tidak sesengsara itu juga sih.
Setelah dipikir-pikir, hidup saya itu, jika saya mau menyadari, penuh dengan kebahagian-kebahagian kecil. Mulai dari lahir hingga sekarang. Yakali gw ingat kejadian pas baru lahir, hahahaa ya gak lah. Cuma istilah aja. Saya coba ingat-ingat ketika saya pas masih TK dapat kado ultah barbie dari mama, dll. Hal-hal kecil seperti itu di syukuri, namun terkadang kebesaran syukur itu justru kalah dengan kekecewaan dimasa sekarang.
Apa yang akan saya tulis kali ini ya? Sepertinya saya ingin menulis tentang ‘kesuksesan besar’ saya di masa SD. Ketika saya berhasil dapat nilai 100 saat ebtanas mata pelajaran matematika. Hebat gak? hebat aja deh, karena gak semua orang, lebih tepatnya cuma saya doang di SD, yang dapat nilai 100. Mungkin ini so yesterday untuk dikenang. Tapi inilah wujud nyata dari sebuah perjuangan. Saya belajar giat biar bisa lulus dengan nilai bagus. Yang saya pikirkan saat itu adalah bagaimana agar bisa membahagiakan mama, membuat dia bangga. Serius, saya masih ingat niat saya belajar kala itu. Dan Alhamdulillah hasilnya memang memuaskan. Saya bukan yang paling pintar di sekolah, saya gak pernah rangking 1, saya juga pernah ketika kelas 4 SD dapat nilai 0. Tapi ternyata Tuhan berbaik hati ya ngasih saya sedikit keberuntungan dapat nilai 100 kala itu.
Mungkin ini bukan hal besar, tapi ini merupakan pecut untuk saya. Saya bisa sadari bagaimana kurangnya saya dalam bekerja keras saat ini. Sekarang, dengan draf hidup yang saya susun kembali setelah kegagalan saya kemaren, semoga hal ini bisa lebih memotivasi saya. Mungkin saya sering mengeluh tentang hidup saya yang sekarang, tapi saya bersyukur. Jalan yang Allah berikan merupakan yang terbaik, saya masih diberi waktu luang agar bisa berpikir dan menyusun masa depan kembali. Dia pasti punya alasan mengapa tetap menahan saya di sana. Saya harap ini merupakan awal dari sebuah kisah masa mendatang yang indah. Semoga hari-hari yang saya lalui sekarang bisa menjadi bagian di kisah masa depan saya.
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.
Terima kasih Ya Allah atas segala kebaikanMu pada saya. Maaf jika kadang lupa bersyukur. Untuk hal kecil, hal besar, ingatkan saya untuk lebih bersyukur.
Yuk ah, bantu mama nyiapin buka puasa Smile

0 Komentar:

Post a Comment

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang