Monday, July 16, 2012

Aku, Kamu dan sebotol Aqua

Wait a minute, ini bukan cerita cinta. Ini memang cerita tentang apa yang aku rasakan atas dirimu lewat sebotol Aqua, tapi bukan cerita tentang betapa tergila-gila nya aku padamu. Semenjak mendapat wajengan dari kaka dengan kasta tertinggi di dunia persilatan kehidupan, ku pikir semua ini cukup. Aku suduh cukup ‘gila’ sebelum mengenalmu, biarlah bertahan sebatas cukup gila, tak perlu bertambah menjadi sangat gila untuk selanjutnya.

Aku, kamu & sebotol Aqua. Mungkin cerita ini tak jauh beda dengan cerita mie ayam yang memang tidak pernah aku tulis sebelumnya. Karena cerita mi ayam itu sudah jauh terkubur dan hanya meninggalkan jejak sebagai tempat makan mi ayam favorit untuk selanjutnya. Dan ini bukan blog promosi Aqua, tapi aku juga gak bakal nyensor Aqua dalam tulisan ini. Biarlah aqua tetap besar dengan namanya yang sudah terlanjur melekat dalam pikiran masyarakat sebagai air dalam kemasan, apa pun mereknya, ngomongnya tetaaaap Aquaaaa..

Keane mengalun dengan merdu di windows media players ku, beserta angin AC yang sebenarnya tidak terlalu nyaman. Angin AC ini lah awal cerita ini. Di ruangan ku ini, setting yang tidak berubah semenjak beberapa minggu yang lalu ketika moment itu terjadi. Jujur, aku bohong. Aku bohong soal aku sakit, tapi saat itu aku juga tidak bilang sedang sakit, kan? hanya sekedar tidak enak badan. Hanya saja hari itu aku lebih memilih untuk tidak menyalakan AC, ya karena sedang tidak ingin, lagi pula udara saat itu tidak terlalu panas untuk ruangan ku. Ketika kau menanyakan kenapa tidak menyalakan AC, sebenarnya saat itu ingin sekali aku menjawab ‘supaya hemat, semangat go green’, but wait tidakkah itu terlalu konyol untuk didengar oleh orang sepertimu. Hmmm, andai saja kau sudah lama mengenalku, tanyakan pada teman-teman ku yang sudah lama berteman denganku bagaimana tingkat keseriusanku dalam menjawab pertanyaan. Mungkin ada salah satu diantara mereka yang berpikir ada pabrik kembang api di dalam mulutku, atau paling tidak di bagian otak yang berfungsi mengendalikan percakapan, sehingga entah mengapa aku sering berucap tentang hal yang meledak-ledak atau tak terduga. Mungkin ada yang berpikiran seperti itu, mungkin juga tidak. Maybe.

Aku tau, kamu itu orang baik. Sehingga tanpa diminta sekalipun kamu akan tetap perhatian dengan temanmu, kenalanmu, atau setiap orang yang kau jumpai sekalipun. Wajar, dan orang sepertimu memang perlu untuk bersikap seperti itu, tulus atau pun basa-basi. Dan aku lebih memilih untuk melupakan masalah ketulusanmu atau kebasa-basianmu. Karena masalah yang sebenarnya terletak pada diriku yang tak terbiasa dengan gayamu. Oke, fine. *minum air putih*

Aku masih ingat dengan saranmu yang menyuruhku untuk lebih banyak minum air putih. Dan pastinya saya mengikuti dengan baik saran anda tersebut. Setelah aku pikir-pikir sekali lagi, aku memang kurang mengonsumsi air putih dengan takaran yang normal. Yeah, cukup menjelaskan kenapa saya sering merasa lemas & agak kurang bersemangat.

Jadi, setiap kali melihat sebotol aqua, otomotis memori otak ini kembali memutar saat itu. Saat diceramahi untuk istirahat, banyak-banyak minum air putih. Mungkin ini tak berarti apa-apa, karena memang terjadi secara natural saja. Tapi………………… ini mengganggu.  Sudahlah, cukup sampai di sini cerita tentang aku, kamu dan Aqua. Ku rasa aku hanya perlu meremukkan sebotol aqua jika mendapati dirimu yang sangaaat menyebalkan, minum & remukkan, seperti tagline Aqua (atau itu Ades? I dunno) anw, saya suka iklan aqua, selama modelnya nicolas saputra, hehehee.

Sekian. Dan lagu Aku & kamu dari ari lasso feat BCL pun berakhir dengaaaan……………… kemudian nyambung ke Acha feat irwansyah. Masya Allah, list lagu gw (-_-“)

0 Komentar:

Post a Comment

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang