Friday, June 15, 2012

Tentang (bukan) The Three Musketeers

hmmmm….

hari ini postingan saya akan sedikit berbeda, dengan nuansa bunga-bunga berwarna pink yang mengitari saya beserta tengkorak-tengkorak bajak laut yang tertawa kecil mengitari kepala saya.

Saya hanya ingin berbagi cerita tentang tiga orang sosok pria yang saya kenal. Mereka sebenarnya bukan siapa-siapa saya. Tapi satu diantara mereka adalah teman saya dulu, satunya lagi teman (atau hanya kenalan saya sekarang). Mereka enaknya disebut apa ya? The Three Musketeers?? ahahahaa terlalu wah kalo saya sebut mereka begitu ya… Open-mouthed smile but it just for fun.

untuk memudahkan saya bercerita, saya sebut mereka A,B,C. Dengan urutan sesuai siapa yang paling dulu saya kenal.

Sebenarnya siapa mereka? mereka sosok-sosok pria yang luar biasa dimata saya. Mari kita beri range 7 sampai 9 star atas diri mereka. Mengapa mereka bisa sampai mendapat nilai setinggi itu? entahlah, di mata saya, mereka memberi saya sedikit banyak pelajaran tentang kehidupan, motivasi, cinta, bahkan untuk hal what the hell sekali pun.

Saya akan perkenalkan kalian pada si A. Saya kenal dia sejak saya SMA. Dulu kami cukup akrab untuk ukuran baru kenal. Dulu kami sering smsan, namun intensitas kearaban kami tambah berkurang setiap hari. Kenapa? I dunno. Kami bertemu dengan orang baru setiap saat, kami memulai pertemanan dengan orang baru tersebut. Saya sih masih ingat dia sampai sekarang. Dia? I dunno, sepertinya teman-teman barunya jauh lebih banyak dan lebih mengasyikkan dari saya. And ok, fine. It doesn’t matter for me. Seorang teman akan tetap menjadi teman selamanya. Segenap usaha saya coba lakukan untuk membuang pikiran negatif kenapa dia seperti tidak peduli lagi dengan diri saya sekarang. Ya, untuk menunjukkan pertemanan memang tidak harus diwujudkan keakrabannya di muka umum atau dengan intens melakukan komunikasi sih. Kadang untuk beberapa orang berteman mungkin hanya perlu sebatas mengenal saja, kemudian diterima request facebook.  Tapi sudahlah, saya tak ingin juga membahas lebih jauh tentang bagaimana cara dia menganggap seseorang itu teman atau bukan. He, untuk seorang seperti dia, mengapa saya memasukkan dia dalam list 3 orang yang akan saya bahas? heran juga ya. Well, saya adalah pengagum atas segala kerja kerasnya. Saya cukup kenal dia saat masih kuliah. Dia memulai kuliah dimana, bagaimana dia menjalaninya hingga berakhir dengan pekerjaan seperti apa. Bagaimana hidup dia sekarang, bagaimana dia menikmati hidupnya, bagaimana dia menghabiskan pundi-pundi rupiahnya. Yah, untuk ukuran orang yang bekerja keras, dia berhak menghabiskan uangnya dijalan yang ia sukai. Saya merasa tak punya hak untuk men-judge. Ok? Dari dia saya belajar mengenai kerja keras. Bagaimana kau bermimpi kemudian bagaimana kau mewujudkannya. Mimpi adalah sebuah proses awal dari rentetan perjuangan. Sekarang dia tidak hidup dalam hidup impiannya mungkin, tapi dia justru mendapat hal-hal lain yang mungkin tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Cheers for you, bro… Hmmm, dengan kehambaran pertemanan kita sekarang,wish you all the best bro. Semoga suatu saat kita bisa bertemu alam kondisi dimana saya sudah sukses dengan perjuangan saya. Dan saya pengen bilang “hai, masih ingat sama aku? Apa kabar sekarang?”

Kemudian cerita beralih ke si B. Saya mengenal dia ketika saya berada di semester-semester akhir kuliah. Saya tidak tau siapa dia pada awalnya. Dan dengan sedikit ke-sensitif-an intuisi saya yang menebak-nebak siapa dia, ternyata tebakan saya benar. Saya mengenal dia, tapi dia tidak mengenal saya. God bless google creator. Cukup dengan google saya bisa mengetahui sedikit tentang dia tanpa perlu bertanya dengan siapapun. Tentang dirinya? Wow!!! Dia melakukan apa yang selama ini menjadi mimpi saya. Diam-diam karena hal ini lah saya mengagumi/menyukai/mencari tau/atau entah apalah istilahnya. Hmmm, sekali lagi cara pertemanan orang berbeda-beda. Dia tak pernah mengkonfirm request pertemanan saya di facebook. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan permintaan pertemanan itu. Sudah cukup 1 tahun lebih permintaan saya di-anggurin. Tapi, dari orang seperti dia lah saya jadi lebih jauh termotivasi untuk mengejar mimpi saya itu. Dia itu bagaikan manekin yang terpajang. Saya melihat manekin itu mengenakan barang-barang yang saya inginkan. Entah apapun itu saya harus berusaha keras untuk mendpaatkan barang-barang yang ada di manekin tersebut. Dia itu bukti nyata, bahwa apa yang saya cita-citakan bukan dongeng semata, bukan cerita negri van oranje yang hanya bisa saya baca tanpa bisa di wujudkan. Sosok seperti dia ada loh di kota saya. Nah, why not?

Dan di tahun 2012 ini, tahun yang banyak diramalkan akan kiamat lah, banyak bencana lah, Tuhan justru menyimpan jalan cerita yang mengejutkan saya. Saya tak pernah menyangka akan mengenal sesosok orang seperti si C ini. Saya tak telalu lama mengenalnya, kurang dari setahun. Kami berteman atau sebatas kenalan? entahlah. Dibilang berteman, kami jarang bertemu, komunikasi kami hanya sebatas keperluan. Kami saling memerlukan dalam beberapa hal tertentu. Mengejutkannya adalah saya cukup syok berkenalan dengan sosok seperti dia. Banyak hal mengejutkan yang saya alami untuk mengenal pribadi seperti dia. Tak pernah sebelumnya saya temukan orang seperti dia yang dengan aktif berbasa-basi dan membuat saya menoleh dengan keadaan tercengang. but thank God, setidaknya ketika bertemu dengannya saya tak perlu repot-repot mencari awal mula pembicaraan, dia cukup menyenangkan walau kadang diam-diam pengen saya cubit saking cerewetnya dan menantikan bagaimana dia menangis. haahhahahaaa… Dia tak kalah mengagumkan dengan kedua sosok yang saya ceritakan sebelumnya. Tingkat ke-supel-an orang ini mengingatkan saya bagaimana membina komunikasi dengan orang secara ramah. Saya suka cara dia berkomunikasi dengan orang lain. Mengapa saya tak mempunyai kemampuan komunikasi seperti itu? Tidak semua basa-basi memuakkan dan basi. Saya rasa saya perlu membangun kembali pola komunikasi yang sebenarnya bisa menguntungkan saya. Sebentar lagi saya akan menghadapi tes yang benar-benar sangat memerlukan kemampuan komunikasi yang hebat. Mungkin saat tes itu saya jalani, selain mengingat Tuhan dan orang tua yang mendoakan saya, saya juga perlu mengingat dia. Mengingat pertanyaan besar tentang mengapa saya tidak bisa seperti dia? Ya, sepertinya Tuhan memperkenalkan saya dengan orang seperti dia supaya saya bisa belajar tentang hal ini. Dan akhirnya saya mahfum mengapa dia bisa bekerja di perusahaan dia sekarang. Sesuatu yang memang pantas dia dapatkan. kira-kira.

Yeah, demikianlah sedikit cerita tentang The Three Musketeers tersebut. Selanjutnya saya akan melanjutkan perjuangan saya menggapai masa depan impian saya. Menjalani takdir Tuhan dengan lebih cerdas. Semoga kesempatan yang diberikan Tuhan kepada saya saat ini bisa saya manfaatkan dengan lebih maksimal.

 

4 Komentar:

  1. ehem..
    u know what?
    i thought that d "he" person will come out in this stories but i guess am wrong.. :p

    it's an interesting stories..
    well.. though i kind of a lil bit curious *or myb you could say "KEPO" bout who they are etc...
    furthermore, it's about BOYS...
    Gosh, i'd really like to hear/know d complete stories... well, u know myb it'll help me to refresh bout d past..
    hahhahha

    ReplyDelete
  2. hey wait a min,
    i thought there isnt "he" in this stories, but
    somehow i thought that d "C" person was d "he" person...
    well.. dunno too...
    only you and God who knows d truth..
    *xcept u're kind enough to tell me*
    hahahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. sing : you know me so weeeell..

      ahahahaa,, yeah.. you already know about the C.

      A & B nya next time yee gue cerita. tapi perasaan dulu aku sdh pernah ku ceritakan soal B pas kita chat di fb. waktu km msh di jkt.

      Delete
  3. really? is it true?
    hahhaa

    well, for d A person i do have a lil guess, but dunno ya... for d B person, totally blank deh eike..
    hahaha

    anw, cant wait for d next article... :D

    ReplyDelete

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang