Age is just a number with unlimited value

Innalillahi wa innailaihi rojiun..

Hari ini telah berpulang ke rahmatullah salah satu warga di RT saya. Setelah beberapa bulan menderita kanker (saya lupa tepatnya kanker apa) akhirnya sang Khalik memanggilnya.

Rasa getir akan kematian itu ada, bahkan untuk kematian orang di sekitar kita. Pasca mendengar pengumuman kematian Budhe (sapaan warga yang meninggal hari ini), mama yang saat itu sedang di kamar mandi langsung lemas seketika. Saya tidak kaget, tidak kaget mendengar kabar kematian itu dan tidak kaget dengan reaksi mama. FYI, mama sekitar dua tahun yang lalu juga pernah bergulat dengan kanker payudara dan Alhamdulillah nasib baik masih berpihak pada nya dengan kemurahan Allah Yang Maha Pengasih.

Wajar kalau mama merasa getir, secara refleks langsung menangis, dan kemudian memutuskan untuk tidak berjualan karena menghormati Budhe yang meninggal hari ini. Budhe adalah orang tua tunggal dengan satu anak yang tinggal sebatang kara di Banjarmasin (Budhe orang asli jawa). Mengingat bagaimana pertemanan ibu-ibu komplek tempat kami, arisan bersama, ngerumpi bersama, ngegosip bersama. Kebersamaan itulah yang membuat mereka erat satu sama lain. Cek-cok konflik itu sudah lumrah. Namun ketika seseorang di antara mereka sakit keras, atau bahkan meninggal, dengan kemurahan hati masing-masing mereka saling memaafkan.

Age just a number with unlimited value. Di usia saya yang sekarang, silih berganti setiap minggu datang undangan perkawinan. Kemudian berpuluh-puluh tahun yang akan datang, akan silih berganti kabar kematian menghampiri kami. Begitulah siklus hidup kita terciptakan. Kita lahir, kita muda, kita bahagia, hingga akhirnya kita harus berpisah.

Kematian Budhe hari ini memberi saya banyak pelajaran. Pelajaran untuk mempersiapkan suatu hari nanti bagaimana umur ini harus berakhir. Mungkin hari-hari yang kita lalui berlalu begitu saja. Hingga akhirnya hari itu bosan hidup bersama kita dan lebih memilih untuk meninggalkan kita. Betapa sangat bernilainya satu detik pun. Akan siap kah saya di-berpuluh-puluh-tahun yang akan datang menerima kabar kematian dari teman-teman sebaya atau bahkan menghadapi kematian sendiri. Wallahualam. Semoga saya dipanjangkan umur dan dibimbing ke jalan yang benar dalam memanfaatkan umur ini. Aaamin.

0 Komentar:

Post a Comment

Pages

About

<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>