Wednesday, April 4, 2012

Ketika Karir, Mimpi & Takdir Tak Berjalan Seirama

Kemaren dengan setengah (atau benar-benar) bercanda, Boss bergurau pada saya pengen ngirim saya ke Makassar setengah bulan cuma buat belajar sistem administrasi. Sontak saya terkejut. Hanya untuk belajar tentang administrasi saja apa perlu saya dikirim jauh-jauh menyeberang selat Makassar ke Makassar sana? Dalam benak saya administrasi itu hanyalah tentang kerapian dan keteraturan. Kemudian muncullah bayangan tentang kuliah D3 jurusan administrasi. Kalau administrasi sesimpel yang saya pikir, kenapa sampai ada jurusan tingkat D3 bidang administrasi ya?

Lalu pertanyaan terhenti disitu tanpa memperoleh jawaban. Sebenarnya yang membuat saya terkejut tentang gagasan bercanda Boss saya itu bukan soal belajarnya itu. Tapi entah mengapa saya merasa seperti ada yang direnggut dari diri saya. Mendadak saya merasa ingin memeluk seluruh Banjarmasin kedalam dekapan saya. Saya bukan tipikal orang yang tak bisa hidup sendirian. I know I will  survive in any condition. Tapi kali ini ada sesuatu yang berbeda. Untuk pertama kali saya merasa keterikatan yang tak ingin saya lepas dari kota ini. Semacam saya takut ketika saya pergi dan kemudian datang kembali ke kota ini, dia sudah menghilang dari jangkauan saya. Wow, ini #beranijujur sesuatu sekali. Mengapa saya terlalu berharap pada sesuatu yang sangat tidak pasti seperti ini? Sesuatu seperti dia?Terserahlah kalian mau menyebutnya apa.

Tapi setelah merenungi tantang apa yang saya rasakan ini, saya justru merasa kehilangan jikalau harus menolak tawaran itu, andai tawaran itu serius. Saya kembali teringat tentang khayalan saya tentang hidup saya 5 tahun yang akan datang : ‘Different city every night’, mengutip lirik lagu Billionaire. Ini bukan  tentang hasrat hidup yang jadi billionaire juga sih, tapi lebih kepada hasrat pengen menikmati hidup semaksimal mungkin dan tidak biasa-biasa saja. Saya masih muda, kenapa tidak memanfaatkan kesempatan yang datang kepada saya jika itu justru bisa membuat hidup saya mendekati keinginan saya. Salah satu hal yang mendekati keinginan saya adalah untuk tahu ‘apakabar dunia luar?’. Yes, point itulah yang menjadikan saya bimbang.

Mengingat dua hari sebelum boss saya bergurau seperti itu saya justru berpikir untuk resign dari kantor. Selain jabatan saya yang juga tak jelas antara admin-keuangan-bahkan jadi semacam sekretaris juga, saya kurang nyaman dengan lingkungan internalnya. Teman-teman dekat saya bilang saya orang yang idealis, jujur saya jadi agak sulit beradaptasi. Saya gampang saja beradaptasi, tapi untuk beberapa hal yang diluar ‘jalur’ saya, saya tidak bisa. Benar-benar tidak bisa. Saya tidak keberatan dengan tugas-tugas yang diberikan kepada saya, hanya saja lingkungan internal benar-benar tidak membuat saya betah. Dan apabila saya benar-benar dikirim ke Makassar, berarti secara tidak langsung saya menjadi lebih terikat dengan perusahaan. Oucchh..

Karir saya saat ini memang bukanlah karir impian saya. Karir impian saya sebenarnya tidak jauh dari sesuatu dibidang yang memberikan saya ruang untuk berekspresi. Tapi saya tertahan di kota  di mana tidak terlalu banyak terdapat macam pekerjaan. Dan karir pertama saya sama sekali tidak membantu sebagai batu loncatan. Bagi yang pernah nonton Transformer 3, pasti ingat scene dimana calon bossnya Sam Witwicky bilang kalo karir pertamamu membantu mu untuk masuk ke karir selanjutnya. Ini menggambarkan bagaimana pentingnya peran karir pertama, mengingat juga seringnya interview yang menanyakan pengalaman kerja atau lowongan yang mensyaratkan pengalaman pekerjaan yang berkaitan.

Lantas apakah saya berpikir untuk menerima tawaran seperti itu atau tak usah memikirkannya sama sekali karena bukan karir impian saya? Itulah dilemanya. Tak ada yang pasti sepasti 1 + 1 = 2 di dunia ini. Takdir membawamu mengecap berbagai rasa yang tak terduga. Hari esok siapa tau yang akan terjadi, namun yang pasti hari esok pasti akan menghampiri kita. Kita tak bisa menghadapinya hanya dengan bermodalkan pasrah kan? Setidaknya ada perencanaan untuk menghadapinya. Jalani saja langkah-langkah perencanaanmu, siapa tau alam justru berkonspirasi membentuk takdirmu. Wallahu’alam ya. Dan satu hal yang harus saya lakukan sebagai penikmat filosofi kehidupan, belajar banyaklah tentang hidup. Hidupmu dan hidup orang disekitarmu, agar kamu memperoleh pencerahan.

Ketika karir, mimpi, & takdirmu bukanlah sesuatu yang berjalan seirama, bangunlah benteng pertahanan yang kokoh. Agar ketika salah satu diantaranya harus roboh, kau bisa berlindung dengan selamat.

PS : Separuh dari tulisan ini ditujukan untuk orang yang sudah membuat hati saya tertahan di kota ini, walaupun kau juga ibarat angin yang berhembus sementara saja di kota ini. Disappointed smile

2 Komentar:

  1. indeed, we wont know wht'll happen in d future.. all we can do are just live our life to the fullest so there wont be any regret..

    "karir, mimpi, & takdirmu bukanlah sesuatu yang berjalan seirama"

    pas banged sama yg ak rasain selama ini.. selama ini ak jg ngerasa karir g ak jalanin sekarang sama sekali jauh dr apa yg ak impikan & ak rencanakan..

    tapi apa dayaku???

    emang berat bgd buat ninggalin semua rencana" hidup yg sdh dsusun rapi, apalagi untuk ngelupain mimpi it sendiri.. takdir membawaku jauh dari karir & hidup yg selama ini ak rencanakan.. sekarang cm bisa pasrah dan mencoba menyusun ulang rencana" awal yg berantakan dgn rencana baru yg mungkin - Insya Allah bisa membawa kembali smw mimpi" it..

    kl dipikir" lg,, g ada salahnya kan kita mencoba jalan baru yg dtakdirkan buat kita????

    i know a quote from someone, he said tht "Kita harus punya keinginan, kita wajib ikhtiar di jln yg benar, tapi hasil, biarlah Yg Maha Tau yg menentukan yg terbaik."

    kepikiran g kl kadang kita harus berputar arah menjadi sesuatu yang bukan kita demi menjadi diri kita lagi???

    so i think why dont you try to challenge urself first???
    you wont know wht's d result when u dont even try it, rite???
    are you sure tht u wont regret it after u refuse tht chance???

    i mean just take it as an advance training to enhance ur knowledge or myb as a holiday ++ (business trip), who knows that in this trip u'll find a way to help u achieve ur dreams???

    "Semacam saya takut ketika saya pergi dan kemudian datang kembali ke kota ini, dia sudah menghilang dari jangkauan saya. "
    << I know this feeling and its truly suck.. even worse, it also makes you regret to come back..

    u do know rite tht there're always someone who will support you anywhere anytime...
    there're always ur famz n ur frens who'll always stand by urside.. :) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. thx buat segala support nya. tapi saya merasa bos saya itu 90% bergurau. kamu sabar yah ;;)

      Delete

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang