Friday, April 20, 2012

Just the way I am

Apakah anti mainstream itu suatu keburukan? Saya, entah mengapa, tak pernah terpikir untuk menjadi seperti orang kebanyakan. Diumur yang sudah hampir 23 ini, dimana teman-teman seusia saya sudah mulai menanjak karirnya –bagi yang sudah bekerja, terhitung yg lulus kuliah setelah 3,5 thn-, saya masih saja berpikir untuk memulai sesuatu dari 0. Kadang saya mikir, kok bisa ya saya sama sekali tidak tertarik untuk karir yang pasti, karir yang lebih menjanjikan di hari tua.

Ortu saya, tak pernah henti-hentinya membujuk saya untuk ikutan tes CPNS jika suatu hari nanti penerimaan CPNS kembali digelar. Saya bingung harus ngomong pake bahasa apalagi sama ibu biar berhenti bujuk-bujuk saya, kayaknya bahasa banjar, bahasa Indonesia, bahkan bahasa kalbu pun tak kunjung sampai maksud hati saya ke ibu. heheee….

Mah, andai mama ngerti. Saya itu cuma terlampau kepengin untuk hidup dengan sukses di atas kaki sendiri. Saya ini kok gak bisa gitu kerja dengan segala peraturan yang membelenggu. Saya cukup tau apa-apa saja yang perlu dilalui & dilakukan, jadi tenang saja. Andai Ibu tau bagaimana dunia ini mendadak berubah dengan kehadiran Google, facebook & twitter. Saya cuma tau kisah pembuat facebook dan pendiri Google. Si Mark Zuckerberg itu DO dari Harvard, dia layaknya manusia biasa punya rasa iri dengan temannya sendiri. Cara berpikirnya ‘masa bodoh wae’ sekalipun menjiplak atau bahasa halusnya mengadaptasi ide calon rekan kerja nya. Kemudian pendiri Google? saya lupa siapa mereka Open-mouthed smile hahahaaaa…. Belum lagi Steve Job. Sejak kematiannya mendadak banyak orang jadi tau kisah hidupnya.

Dunno mah, saya akan lebih suka dikenal sebagai, mungkin, Metha yang meninggalkan jejak di Dunia ini, syukur-syukur kalo bisa mengubah dunia, daripada Metha yang, misalnya, punya jabatan tinggi disuatu instansi tapi seumur hidup gitu-gitu aja mah.

Mah, mama itu walau cuma ibu rumah tangga biasa yang nyambi jualan di depan rumah, justru sosok wanita yang luar biasa di mata saya. Bangun pagi mama ngurusin suami & 2 anak yang kamu cintai. Sekalipun untuk saya mama mengakui kalo saya ini ‘anak percobaan’ karena dulu mama kawin muda dan gak terlalu ngerti gimana merawat bayi imut seperti aku, it doesn’t matter mah.  But that’s why Metha gak mau kawin muda Smile with tongue out Mama itu adalah ibu yang sempurna, menjadi wanita seutuhnya, merawat anak, melayani suami. Dan Metha juga pengen jadi seperti itu. Saya pengen ngurusin anak dengan benar, mendidik dia di bawah kontrol saya, menjamin dia kalau dia mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan. (waduh, gue belum punya anak aja udah segitu obsesinya ahahahaa =)) )

Jadi ya, karena itu saya sejak sekarang udah mulai mikirin kerja apaan yang bisa dijadikan kerja sampingannya IRT. Mama sabar yah, saya Insya Allah sudah bisa ngatur diri sendiri. Jadi mohon doa restunya yah. Yah, mama gak mungkin kali ya baca blog saya ini. Tapi sebagai ibu, mama pasti bisa baca hati saya Smile 

Dan untuk calon suami ku, jika kamu baca blog ini, atau mungkin kamu jadi suami saya dulu baru aja kamu tau saya punya blog, sabar yah.. <3

0 Komentar:

Post a Comment

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang