Tuesday, March 20, 2012

Temperatur Darah

Aku harap tak ada diantara kalian yang tersesat di blogku ini hanya karena mengetik temperatur darah di Google. Karena tulisan ini bukan tulisan tentang ilmu pengetahuan.

Entah berapa temperatur darahku sekarang. Beberapa menit yang lalu kurasa darahku mendidih hampir 100 derajat. Akh, sudah pasti ini hanya perasaanku saja, tapi kenapa ku merasa hawa tubuhku menjadi panas? hatiku juga panas?

Oh, Tuhan, ajaibnya seorang manusia tidak butuh api untuk membuat hatinya panas. Sumber panas itu adalah perasaan sendiri. Suatu rasa egois yang manusiawi.

Inikah yang selalu diceritakan orang-orang dulu, bahwa setan itu diciptakan dari api. Setankah aku ketika hatiku benar-benar panas? Atau mungkin ketika itu ada setan yang masuk menyelinap membawa panas yang membakar ini? Dan ketika ada perasaan tersiksa, dialah diriku sebenarnya yang sedang diintimidasi oleh setan?

Entahlah bagaimanan bisa darah sekujur tubuh ini menjadi panas tak keruan.

Ku harap akan selalu datang malaikat-malaikat yang berbisik kepadaku untuk ‘calm down, kontrol egomu’ dan seketika itu juga suhu darah ini turun. Kemudian mereka membisikkan lagi agar aku tak usah khawatirkan takdirku, akan ada yang terbaik menanti yang terbaik. Jika itu ditakdirkan untukmu, dia tak lari kemana. Tunggu saja takdirmu, takdir yang sebenarnya.

Ku menunggu, hingga darah ini kembali mendingin. Rainbow

1 Komentar:

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang