Monday, March 19, 2012

Kamu, Sudah Berjalan Sampai Titik Mana?

Segala yang kau goreskan, semuanya berawal dari satu titik yang kemudian kemudian kau tarik dan kau akhiri dengan titik lagi. Dan disinilah aku menggoreskan sebuah tulisan, dalam suatu dunia yang jauh terpendam dalam sebuah pikiran dan menunggu untuk dikeluarkan.

Pernahkah dulu ketika masih kecil kau membuat sebuah huruf dari kumpulan titik-titik yang dirapatkan? Aku pernah melakukannya. Dan kurasa itu pula yang kulakukan dalam hidupku ini.

Jika waktu adalah kertasnya, maka setiap momen yang telah kulalui adalah titik-titik yang terangkai menjadi sebuah kisah dalam berbagai macam huruf. Suka duka ku bercampur menjadi satu. Jika itu benar-benar diaplikasikan, mungkin huruf-huruf ku terdiri dari titik-titik warna-warni. Must be so pretty, isn’t it?

Tapi ada kalanya huruf-huruf itu hanya terdiri dari titik-titik monokrom, kurang lebih begitu-begitu saja.

Tapi untuk apa terlalu diperdulikan? Jika memang sudah tertulis seperti itu, ikhlaskan saja. Toh masih banyak hamparan kertas yang siap untuk kita ulisi denang warna yang masih bisa kita atur (Insya Allah).

Telah hampir 23 tahun hidupku, kurasa tak banyak ‘tulisan’ yang ku buat dari titik-titk momen hidup ini. Entahlah aku pelupa atau sebenarnya tak terbersit untuk menabadikan momen tersebut. Untuk apa sekian lama waktu ini kulalui namun aku tak mengabadikannya?

Yang lalu, sudahlah, ikhlaskan saja untuk dilalui. Berdoalah, makanlah makanan yang sehat dari rejeki yang halal agar bisa panjang umur dan membuat titik lebih banyak lagi Smile

0 Komentar:

Post a Comment

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang