Saturday, July 9, 2011

Andai Harry Potter Pakai simPATI…

Seminggu sudah sejak kepergiaan Ron meninggalkan Harry dan Hermione di Hutan Terlarang. Awalnya Harry sama sekali tak berniat sedikit pun mencari tahu keberadaan Ron. Harry bahkan berharap Ron tak akan pernah kembali, tapi sikap dingin Hermione sepeninggal Ron meluluhkan kedongkolannya. Pagi itu, saat hendak mencari makanan keluar tenda, dia mendapati Hermione yang tak kunjung bangun dari tempat tidurnya padahal Harry tahu saat itu dia tidak sedang tidur.
“Hermione, aku rasa dia akan baik-baik saja,” Kata Harry membuka pembicaraan.
“Dia siapa?” Hermione mendelik tanpa ekspresi.
“Dia memilih pergi meninggalkan kita, berarti dia tahu harus berbuat apa.”
“Harry, bagaimana mungkin dia akan baik-baik saja sementara pelahap maut berkeliaraan mencari keberadaan kita!”
“Tapi kita tak punya waktu lagi untuk mengurusi dia, kita harus mencari Hocrux. Ingat, itu tujuan kita”.
Hermione menggelengkan kepalanya seolah tak percaya pada Harry. “Bagaimana mungkin kau membiarkan Ron pergi begitu saja?”
“Dia yang memilih untuk pergi!”
“Dan aku memilih untuk mencarinya!”
Hermione bangun dari tempat tidurnya dan menyambar tas manik miliknya dan langsung memasukkan tangannya mencari sesuatu. Hermione tampak berpikir keras mencari benda tersebut. ‘Di mana aku meletakkannya?’ gumam Hermione dalam hati.
TARRAAAAA… Wajah Hermione tampak berbinar sambil tangannya menggenggam sesuatu berwarna hitam. Harry memperhatikan benda yang digenggam oleh Hermione, mencoba menebak benda apa itu.
“Kita coba cari dia dengan ini.”
“Hermione, apa itu?” kata Harry dengan wajah bingung.
“Inilah hal yang aku sukai dari muggle, Harry. Ini smartphone, namanya *&^%$#. Kita cari dia dengan ini.”
“Dari mana kau dapatkan benda itu Hermione?”
“Ini hadiah ulang tahunku, tapi bagaimana aku menggunakannya?? Oh, nooooooooooooo…”
“Kenapa? Kau tidak tahu bagaimana harus menggunakannya? Kau kan muggle.”
“Oh, please Harry, enam tahun aku hidup di dunia penyihir. Kau pikir aku sempat mengikuti perkembangan teknologi dunia muggle?”
“So what Hermione?”
“Entahlah Harry. Aku harus baca buku petunjuknya.” Hermione mengambil buku petunjuk dari dalam tas maniknya dan membaca cepat, bla bla bla bal bla blaaaaa blaa blaahh. “Oke, bye!” *syahrini mode: on* Princess
Harry mengangkat kedua alisnya memperhatikan tingkah aneh Hermione membaca buku petunjuk penggunaan smartphone itu. “Kau mulai menggila, Hermione.”
“Kita perlu sim card, Harry.”
“Dudley punya sekotak Uno card di rumah. Dia lupa membawanya ketika pergi dari rumah.”
“Aku rasa bukan itu, Harry! Bagaimana kita bisa mendapatkannya ?”
“Coba saja mantra panggil, gampang kan.”
Hermione menatap tajam ke arah Harry. Dia menunggu saat-saat Harry berkata kalau dia hanya bercanda ketika Harry mengusulkan tentang mantra pangil itu. Nyatanya detik-detik kemudian Harry hanya diam menunggu reaksi Hermione. ‘Kita coba saja,’ kata Hermione dalam hati.
“ACCIO SIM CARD.” Hermione mengucapkannya setengah berteriak. Mereka menunggu sesaat tapi tak ada satu benda pun yang muncul.
“Mungkin bendanya agak jauh dari posisi kita saat ini, Hermione. Harry akhirnya buka suara.
Tiba-tiba suatu benda berbentuk kartu berwarna putih muncul dihadapan Hermione dan jatuh ke pangkuannya. Hermione mengangkat benda itu ke hadapan wajahnya dan membaca tulisan yang tertera di kartu itu, “Kepolisian Negara Republik Indonesia, Surat Izin Mengemudi-Driving License. Aku rasa bukan yang ini.” Hermione melempar kartu itu tanpa arah.
Harry mengamati Hermione dalam diam sambil menunggu apa yang akan dilakukan Hermione selanjutnya.
“Apa?” tanya Hermione galak. “Aku rasa aku tahu harus bagaimana, tapi itu tindakan kriminal.” Hermione menekur menatap lantai. “Tapi ini demi Ron.”
“Kau mau apa?”
“ACCIO *&^%$#!!” Hermione mengucapkan mantra dengan lantang memanggil merk smartphone yang sama. Jenggot Merlin, sekejap kemudian muncul smartphone yang sama dengan milik Hermione tapi berwarna putih. “Aku hanya mau pinjam sim cardnya sebentar, bukan mencurinya.” Jelas Hermione Winking smile
Hermione dengan cekatan membongkar smartphone yang baru saja didapatnya. Dia kemudian menemukan sebuah benda kecil berwarna merah dan mengambilnya. “Harry, aku rasa ini yang namanya sim card, namanya SIMPATI.” Hermione langsung melepas benda itu dan memasangnya ke smartphone miliknya. Dia kemudian mencoba mempraktikkan apa yang sesuai dengan intruksi buku petunjuknya.
“Bagaimana kita bisa menemukan Ron dengan benda ini, Hermione?”
“Ayo cari dia lewat internet.”
“Internet?” Harry bertanya heran tingkat dewa.
“Harry, aku iri dengan para muggle. Mereka tak punya ilmu sihir tapi mereka bisa tau apa saja dalam sekejap, bisa tau banyak tanpa harus banyak membaca. Mereka bisa berbagi kabar tanpa lewat surat atau burung hantu.”
“Apa yang kau bicarakan, Hermione?”
“Coba liat ini Harry,” Hermione menyodorkan smartphonenya pada Harry. “Kita bisa cari dia lewat Google…,” Hermione mengetik nama Ronald Weasley dan beberapa saat kemudian dengan akses  muncul barisan-barisan berisikan nama Ron. “Ronaldo, Cristiano Ronaldo? Wesley Sneijder?. Dimana Ron?”
“Heh?” Harry bergumam heran.
“Mungkin Ron punya facebook, cek statusnya.” Hermione tampak mengetik sesuatu dan tak lama kemudian wajahnya tersenyum lebar. “Aku tak menyangka sekarang Ron bisa segaul ini, dia begitu ter-muggle. Dia bahkan punya facebook dan lihat, Harry, dia mencantumkan no.hp nya di facebook. Err… statusnya ‘Baru bikin twitter nih Smile ’. Ayo cek di twitter, er…” Hermione mulai sibuk mengetik lagi. “… dia bilang di twitter dia baru saja kenalan dengan cewe di tepi sungai themes. Itu status semenit yang lalu.”
Kedua alis Harry terangkat tinggi dan bersiap menunggu ledakan kecemburuan dari Hermione.
“Ayo kita kejar dia ke sana!!” Hermione bangkit berdiri. “Oh, Harry aku harus catat nomor telponnya yang ada di facebook. Aku tak percaya dia mengaku kuliah di Oxford! Dia pikir dia itu siapa? Aku saja tak berani bermimpi akan kuliah di sana. Oh, Harry, bagaimana dia bisa begitu mirip kelakuannya dengan muggle saat ini.”
“Kita kemana? apa itu google, facebook, twitter?” tanya Harry masih bingung.
Harmione berbalik memandangi Harry. Dia lalu meronggoh-ronggoh tas maniknya dan mengeluarkan sebuah dompet kecil. “Harry, apa kau punya uang poudsterling?” Harry hanya menjawabnya dengan gelengan.
“Harry, untuk masuk ke dunia muggle dan membaur bersama mereka, aku rasa kau juga harus punya handphone. Aku punya sedikit uang pounds, tapi mungkin tidak mungkin cukup untuk membeli smartphone seperti punya aku. Tunggu sebentar.” Harmione mengacungkan tongkat sihirnya kehadapan handphone yang tadi dipanggilnya dengan mantra panggil dan sedetik kemudian handphone itu menghilang. “Yah, Harry aku sudah mengembalikan barang yang tadi aku pinjam. Tunggu di sini, aku akan membelikanmu handphone.” Hermione lalu hilang ber-apperate meninggalkan Harry seorang diri di dalam tenda.
Harry menhempas diri ke tempat tidur selepas kepergian Hermione. Dia bingung dengan apa saja yang telah dibicarakan Hermione tadi. Namun lima menit kemudian Hermione sudah kembali ke hadapan Harry.
“Harry aku bawa ini untukmu, handpone biasa tapi lengkap dengan fasilitas internet. Aku juga membelikanmu sim card dan sudah terpasang di handphone mu. Coba lihat Ha…, Oh, no. Di sini tak ada sinyal? Bagaimana bisa, tadi kita dengan mudah mendapatkan sinyal. Sepertinya aku harus membeli sim card sama dengan handphone yang ku pinjam tadi, SIMPATI. Di mana aku bisa mendapatkanya?” Hermione diam, berpikir sejenak dan “ACCIO SIMPATI.”
Beberapa saat kemudian kartu-kartu berwarna merah berterbangan memasuki tenda mereka. Hermione tampak sumringah. Dia lalu mengambil satu perdana SIMPATI dan memasangnya di handphone Harry.
“Harry, sekarang kita sudah dapat sinyal. Kau akan aku daftarkan paket internet internet mania agar bisa berselancar di dunia maya sepuasnya dan talk mania agar kita berdua bisa telpon-telponan dengan biaya yang murah. Aku akan memakai simcard ini juga.” Hermione menekan tombol *999# dan memilih paket-paket yang dia inginkan. “Kau tahu, Harry, aku tak menyangka SIMPATI punya jangkauan sinyal yang seluas ini, di tempat terpencil seperti ini. Aku juga suka paket-paket yang mereka tawarkan. Ini, handphone mu sudah siap pakai.”
Harry menerima handphone pemberian Hermione. Dia memperhatikan benda kotak berwarna hitam tanpa tombol.  Harry membolak balik benda itu dengan pikiran bingung. “Hermione, kau mau ajarkan aku bagaimana cara menggunakan benda ini ?” Harry memelas.
“Oke.” Hermione langsung saja mengajarkan bagaimana cara menggunakan handphone touchscreen pada Harry. Dia lalu menceritakan bagaimana dia bisa tahu teknologi muggle yang dia dapatkan dari sepupu mugglenya. Dia lalu membuatkan Harry akun email, facebook, dan twitter. Setelah selesai dengan akun socmed Harry, Hermione lalu memberi pelajaran kilat tentang socmed. Harry tak dapat menguasai mulutnya yang refleks terbuka karena takjub dengan apa yang baru saja diajarkan Hermione.
“Harry, buka twittermu lalu follow ron dan pencet tombol reply itu, kemudian kau tulis: Ron, kau ada dimana? Jangan nakal dengan cewe lain.”
“Kenapa tak kau saja yang menulis seperti itu dengan akunmu? Nanti aku dikira suka dengan dia.”
“Ah, sudahlah, Harry. Kau telpon saja dia. Kau sudah ku daftarkan menggunakan talk mania.
Harry lalu untuk pertama kali menggunakan handphone-nya untuk menelpon Ron. Tak perlu menunggu lama, di seberang sana Ron langsung mengangkat telpon Harry.
Halo,” Sapa Ron. “Siapa ini?
“Halo, Ron. Ini aku, Harry.”
Harry? Bagaimana bisa kau….
“Ron, aku bersama dengan Hermione, seorang muggle di sini. Dan aku sepertinya tertarik untuk jadi muggle, teknologi mereka menakjubkan.”
Heh? Yeah, aku juga merasa seperti itu.
Harry melanjutkan obrolannya dengan Ron cukup lama. Ron menceritakan pengalamannya selama kepergiannya. Harry mengerling penuh terima kasih ke arah Hermione. Akhirnya dia bisa membujuk Ron untuk pulang keesokan harinya.
‘Wow,’ gumam Hermione dalam hati. ‘Untuk momen sempurna seperti ini, untung ada SIMPATI.'
Harry Potter, Hermione Granger dan Ron Weasley versi muggle




Akan selalu mengenang mereka :')
Guys, kalian harus melek internet biar gampang nyari info berburu dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut dan kroninya..

ps: hanya fiktif semata Hot smilePeaceCoffee cup

2 Komentar:

  1. 1st: pertamax!!! :P

    2nd: haahahahha XD
    kocak abiss harry ma hermione nya....
    hari gini g kenal sim card??? kwwkwwkwk
    simpati lg... untung bukan axis ato xl....
    kl iya,, gmn k nanti t.... :D
    hahahaahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. baru aja baca komennya.
      huhuhuu tapi aku gk menang kuisnya. masih kurang kreatif nih bikin cerita. hiks hiks hiiks :(

      Delete

 

I see, I feel, I write Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang